Karanganyar (10/8) – Apel pagi selalu menjadi kegiatan pembuka awal pekan segenap sivitas akademika SMP Muhammadiyah Darul Arqom. Kegiatan ini tidak sekadar rutinitas semata, namun menjadi momen penting penyampaian pesan. Siswa berbaris rapi ketika bel tanda masuk sekolah berbunyi. Mereka menyemut menempati barisan yang disiapkan tim apel pagi. Sementara itu, segenap petugas apel sudah tampak bersiap sejak pagi. Sebelum apel tiba, para siswa sudah mulai belajar disiplin dan bertanggung jawab.
Pada pagi ini, Bapak Imam Habib Darussalam, S.Pd. bertugas menjadi pembina apel. Guru PAI ini menyampaikan pesan tentang makna proklamasi. Kemerdekaan bukanlah seremonial semata, tetapi ada sebuah makna penting yang harus disadari oleh kita sebagai generasi penerus. Jika pejuang kemerdekaan berjuang melawan penjajah, maka sebagai generasi penerus kita juga harus berjuang. Perjuangan para generasi penerus tentu berbeda. Semangat perjuangan pada generasi penerus harus diwujudkan dalam beberapa hal.
Pertama, sikap disiplin. Para pejuang kemerdekaan tidak mungkin menang jika tidak memiliki sikap disiplin. Cerita sejarah telah membuktikan bahwa para pahlawan memiliki sikap disiplin yang tinggi. Sikap disiplin inilah yang harus kita teladani sebagai kaum terpelajar. Diawali dengan disiplin berangkat pagi dan mengikuti semua tata tertib di sekolah.
Kedua, beradab. Sila kedua Pancasila berbunyi, “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Hal ini menandakan bahwa adab menjadi nilai penting dalam kehidupan berbangsa. Sebagai siswa, adab merupakan hal pertama yang harus dimiliki sebelum menuntut ilmu. Bahkan para ulama mengatakan, dahulukan adab sebelum ilmu. Salah satu contoh adab adalah sikap kita kepada bapak ibu guru. Panggil mereka dengan sebutan sopan, baik dari nama maupun cara memanggil. Adab para siswa juga ditentukan dari cara mengikuti pembelajaran di dalam kelas.
“Generasi penerus wajib menjaga kemerdekaan yang sudah diperjuangkan. Apa yang sudah disampaikan tadi adalah contoh sederhana yang bisa siswa lakukan untuk meneruskan perjuangan kemerdekaan,” ucap Pak Habib di akhir amanat.






