Surakarta (7/8) – Pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah (NA) yang dilaksanakan di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta berjalan luar biasa. Berdasarkan data yang didapatkan tim DATV, total hampir 6.000 peserta hadir di pembukaan. Ketua Umum Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah, Monica Subastica, mengatakan bahwa segenap panitia meneladani ajaran luhur sesepuh untuk menyambut para tamu yang datang. Tuntunan luhur itu terdiri dari kata indah, yaitu Gupuh, Aruh, Lungguh, dan Suguh.
Gupuh merupakan rasa sukacita dan antusiasme.
“Hari ini kehadiran seluruh kader NA se-Indonesia kami sambut dengan rasa sukacita yang tak terhingga. Pintu rumah kami terbuka sangat lebar menyambut saudara jauh dari berbagai penjuru Nusantara,” ucap Monica.
“Kehadiran seluruh kader NA adalah suatu kebahagiaan yang tak terbayar dengan apa pun,” ungkapnya.
Aruh yaitu salam. Muktamar NA, terkhusus kegiatan pembukaan ini, menjadi momen PWNA Jawa Tengah menyampaikan salam (aruh) hangat kepada semua peserta yang hadir. Salam hangat yang diberikan diharapkan mampu memberikan kesan tak terlupa bagi seluruh peserta pembukaan yang hadir.
Lungguh adalah sarana prasarana yang disiapkan untuk menunjang pelaksanaan Muktamar NA. Sikap lungguh memastikan semua kebutuhan rohani dan jasmani peserta tercukupi, tidak hanya baik namun istimewa. Lungguh yang sempurna akan mendukung pelaksanaan Muktamar NA memberikan kesan yang tak terlupa.
Terakhir suguh, berwujud dalam penghormatan yang diberikan PWNA Jawa Tengah selaku tuan rumah kepada segenap peserta muktamar yang hadir. Monica mengatakan bahwa tercatat ada 875 peserta yang akan mengikuti Muktamar di Solo ini. Terlebih istimewa karena panitia menyediakan Taman Asuh bagi para kader NA yang membawa putra-putri kecil mereka. Total ada 101 anak yang mendaftar Taman Asuh. Terakhir, Monica berharap melalui Muktamar NA ini, segenap peserta mampu menyinergikan falsafah mulia dengan semangat gerakan perempuan berkemajuan demi Memayu Hayuning Bawana, membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan semesta.








