Karanganyar (7/8) Siswa SMP Muhammadiyah Darul Arqom mengikuti kegiatan literasi pada Jumat pertama di bulan Agustus ini. kegiatan kali ini dilaksanakan di aula sekolah dengan pembicara Giri Suratno, S.Pd. Pada kegiatan awal ini siswa sengaja dikumpulkan di aula agar mendapat pemahaman yang sama terkait urgensi kegiatan literasi di sekolah ucap Giri. Literasi tidak sekadar kegiatan membaca namun lebih dari itu. Literasi adalah kemampuan memahami pesan dan melaksanakan perintah pada pesan tersebut. Tingkat literasi bangsa kita memang rendah hal ini dibuktikan dengan sering gagalnya orang memahami pesan lanjut Giri.
Ratusan siswa tampak memenuhi aula setelah majelis dhuha. Pada sesi awal materi membahas alasan mengapa seorang harus suka membaca. Pemateri melempar pertanyaan kepada semua siswa. Tampak beberapa siswa menjawab alasan harus membaca seperi agar tambah pintar, supaya dapat pengetahuan baru, hingga ada siswa yang mengaku bahwa membaca merupakan sarana refreshing. Giri lalu membenarkan semua jawaban yang dilontarkan di sesi itu. Dasar utama kita membaca selain untuk menambah pengetahuan juga untuk memperkaya bahasa. Seorang yang rajin membaca dengan tidak akan terlihat berbeda ketika memproduksi bahasa.
Materi juga sesekali diselingi dengan penayangan video edukatif yang sudah disiapkan. Salah satu video memberikan fakta baru tentang kegiatan membaca masyarakat Indonesia. Salah satu faktor masyarakat Indonesia tidak suka baca disebabkan rasio kesediaan buku. Jika di rata-rata rasio buku terhadap penduduk Indonesia hanya 0,01%. Hal ini berarti 1 buku jadi rebutan hampir 11 orang.
Pada sesi terakhir siswa diajak bersama-sama membentuk habit baru membaca. Cari buku yang sesuai keinginan, bentuk kebiasaan, cari dukungan, dan beri penghargaan kepada diri sendiri yang berhasil membaca buku adalah langkah-langkah gemar membaca yang disampaikan pembicara. Terakhir pembicara mengajak siswa untuk menyiapkan diri membuat resensi di pertemuan berikutnya.



