Karanganyar (3/11). SMP Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar mengawali pekan pertama di Bulan November dengan apel pagi. Bertindak sebagai pemimpin apel ananda Rizal dan bertugas sebagai pembina apel Ibu Ninik Ambarini, S.Pd. siswa sudah mulai tampak bersiap di halaman sekolah ketika waktu menunjukkan jam 6.45 pagi. Semua sivitas akademika sekolah ini sudah siap mengikuti apel pagi ketika jam menunjukkan 6.50 pagi. Bu Ninik Ambarini, S.Pd menyampaikan amanat tentang kedisiplinan. Guru mata pelajaran IPA yang akrab disapa Bu Ambar ini mengawali dengan meyakinkan semua siswa bahwa momen SMP adalah usia yang paling tepat untuk menata masa depan. Semua orang tanpa terkecuali menginginkan masa depan penuh kesusksesan. Bu Ambar melanjutkan bahwa syarat mutlak untuk menggapai kesuksesan adalah kemandirian. Kemandirian bukan berarti tidak membutuhkan bantuan sama sekali. Kemandirian justru mengarah kepada keadaan diri yang mampu mengatur dan bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan sendiri. Di tengah amanat Bu Ambar mengajak siswa berefleksi tentang kapan terakhir siswa belajar dengan keinginan sendiri tanpa disuruh, kapan siswa sholat tanpa harus disuruh, dan kapan siswa bangun pagi sendiri tanpa harus dibangunkan. Beberapa hal tersebut bisa menjadi indikator apakah siswa sudah bisa mandiri atau belum.
Di sekolah juga tidak hanya sekadar belajar mata pelajaran semata. Namun di tempat ini siswa juga dituntut untuk mandiri. Belajar dengan kesadaran sendiri, menyiapkan semua hal yang berhubungan dengan aktivitas belajar, dan kemandirian yang lain. Maka sekolah tidak hanya sesempit tempat mempelajari berbagai mata pelajaran namun lebih luas dari itu.
Di akhir amanat Bu Ambar berharap kepada seluruh siswa agar mampu meningkatkan kemandirian masing-masing. Semua tentu harus perlahan dan butuh proses panjang namun beliau berharap semua siswa tidak ragu untuk mencoba.
Apel ditutup dengan pemberian penghargaan kepada beberapa siswa yang mendapatkan medali di ajang beladiri tingkat nasional.



