Karanganyar (5/11) – Pagi hari di SMP Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar terasa riuh. Murid justru berada di selasar, tidak di dalam kelas. Beberapa duduk di atas tikar yang sudah tergelar, sementara beberapa yang lain memilih berdiri. Mereka memiliki satu persamaan, yaitu semua siswa memegang buku hafalan masing-masing. Semua murid saling berlomba menyetorkan hafalan mereka yang sudah diperjuangkan dengan segenap hati. Murid berbaris rapi di depan guru pendamping yang pagi itu hadir di kelas mereka. Meski sesekali tampak lupa beberapa bagian yang harus dihafalkan, murid pantang berputus asa.
Kegiatan hafalan menjadi pembelajaran pertama di SMP Muhammadiyah Darul Arqom. Seluruh murid wajib menyetorkan hafalan yang sudah dipersiapkan. Kegiatan ini berlangsung selama 45 menit dari pukul 07.10-07.55 setiap pagi sebelum pembelajaran. Pemilihan waktu pagi diharapkan menjadikan murid sangat maksimal dalam menyetorkan hafalan dikarenakan keadaan mereka yang masih segar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Al-Islam, Bapak Imam Habib Darussalam, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan pagi hari di sekolah fokus agar murid menyetorkan hafalan yang sudah mereka siapkan.
“Semalam di rumah masing-masing, siswa sudah diimbau agar menyiapkan hafalan yang akan disetorkan,” ucap Bapak Habib.
Di buku hafalan yang dimiliki siswa terdapat kolom tanda tangan orang tua.
“Diharapkan ketika orang tua membubuhkan tanda tangan, mereka juga menerima hafalan putra-putrinya,” lanjut beliau.
Hafalan di SMP Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar terbagi ke dalam tiga jenis. Pertama, hafalan Al-Qur’an. Pada hafalan ini, siswa akan menyetorkan surah dalam Al-Qur’an yang sudah mereka hafal. Kedua, hafalan hadis. Murid menghafalkan hadis yang sudah disiapkan di buku kumpulan hadis yang didapatkan murid. Ketiga, hafalan doa. Murid menghafalkan berbagai doa di buku doa mereka. Kegiatan hafalan ini selalu berhasil memancing antusiasme murid. Mereka saling berlomba menyetorkan hafalan masing-masing.






