Karanganyar (12/10) Apel pagi menjadi kegiatan pembuka SMP Muhammadiyah Darul Arqom di awal pekan. Kegiatan ini berhasil menjadi sarana pengembangan disiplin siswa. Terbukti ketika bel tanda bahwa apel akan segera dimulai tanpa perintah siswa langsung menyemut menuju ke halaman sekolah. mereka jalan beriringan dengan memakai atribut lengkap sesuai peraturan sekolah. Bapak Nur Wijyanto, S.Pd., M.Pd., selaku kepala sekolah mengatakan bahwa momen apel pagi layaknya “tamparan” bagi seluruh sivitas akademika SMP Muhammadiyah Darul Arqom. Tamparan inilah yang berhasil mendidik laku disiplin seluruh sivitas akademika sekolah ini.
Pada kesempata apel kali ini Ibu Nur Endah Ariningsih, S.Pd., bertugas menjadi pembina apel. Beliau menyampaikan amanat apel dengan mengutip kalimat yang terpampang jelas di salah satu tembok sekolah. “Di sini ibu akan kembali menyadarkan kalian tentang salah satu tulisan yang sering atau bahkan setiap hari kalian lihat. Tulisan di salah satu dinding sekolah kita, tulisan yang berbunyi Ke Darul Arqom Apa yang Kau Cari?’ tulisan ini seakan menyadarkan kita semua tentang niat kita datang ke sekolah ini.
Sekolah ini tak sekadar tempat kalian memperoleh mata pelajarn namun lebih dari itu, lanjut guru Bahasa Indonesia tersebut. Sekolah ini mengajarkan banyak hal. Sekolah ini mengajarkan disiplin. Kalian diminta datang tepat waktu, menggunakan atribut lengkap, beristirahat sesuai waktunya adalah beberapa contoh perilaku disiplin yang diajarkan di sekolah. terbiasa berperilaku disiplin akan membuat kalian menjadi individu yang lebih berkualitas.
Sekolah ini juga menanamkan karakter utama. Semua siswa tanpa terkecuali dididik agar memiliki karakter yang baik. Hormat kepada guru, membuang sampah di tempatnya, tidak berteriak ketika berbicara adalah beberapa karakter baik yang selalu dan terus menerus ditanamkan di sekolah ini. berbagai karakter baik itu harapannya tertanam kuat dalam diri kalian dan menjadi bagian tak terpisahkan dari diri kalian.
Maka pertanyaan “Ke Darul Arqom apa yang kamu cari?” menjadi pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri kita masing-masing. Apakah kita ke sini hanya sekadar mengisi waktu luang, atau kita ke sini karena ingin mewujudkan sebuah cita-cita mulia. Di akhir sesi apel guru yang kerap disapa dengan panggilan Bu Endah itu meyakinkan para siswa bahwa dalam belajar akan banyak tantangan, namun menyerah bukanlah sebuah pilihan.



