Empat Indikator Siswa Sukses

Karanganyar (27/7) – Sivitas akademika SMP Muhammadiyah Darul Arqom mengawali pekan terakhir bulan Juli dengan apel pagi. Bertindak sebagai pembina apel Bapak Havid Setiawan, S.Pd. Guru yang akrab disapa Pak Havid ini menyampaikan tentang apa saja yang harus dilakukan siswa agar sukses.

Pertama, meluruskan niat. Niat adalah kunci pertama setiap kegiatan. Kita akan mendapatkan apa yang kita niatkan.

“Kalian harus ingat, tadi pagi ketika berpamitan dengan orang tua, kalian pasti bilang akan ke sekolah,” ucap Pak Havid.

Maka, kalimat pamitan itu pastikan menjadi niat yang utama sehingga kegiatan kalian di sekolah tidak mudah terganggu dengan hal lain. Mulai sekarang, pastikan kita memiliki niat baik ketika akan menjalani suatu aktivitas.

Kedua, menciptakan lingkungan yang baik. Pak Havid mengatakan bahwa sekolah adalah miniatur masyarakat. Di tempat ini kita bertemu dengan orang yang lebih muda dan lebih tua. Kepada yang lebih muda kita harus bisa menghargai dan memberikan contoh yang baik. Contoh baik yang kita berikan bisa menjadi amal jariyah kita. Kepada yang lebih tua kita wajib menghormati. Salah satu cara kita menghormati adalah dengan berkomunikasi menggunakan kata-kata yang terpuji.

Ketiga, meningkatkan kedisiplinan. Salah satu ciri orang sukses adalah memiliki disiplin yang tinggi. Disiplin datang sekolah tepat waktu, memakai atribut sekolah sesuai aturan, dan beraktivitas sesuai jam yang ditentukan adalah beberapa contoh disiplin yang bisa diterapkan siswa di sekolah. Berlatih disiplin membuat siswa mudah beradaptasi di mana pun mereka nanti berada.

Terakhir, meningkatkan semangat. Pada pesan terakhir ini, Pak Havid menganalogikan dengan telur yang menetas. Diri siswa bagaikan sebuah telur. Jika telur itu pecah dari luar, tandanya telur itu tidak menetas. Namun, jika telur itu pecah dari dalam, tandanya telur itu menetas. Ketika sebutir telur menetas, dia menjadi makhluk baru yang lebih bermanfaat. Begitu juga semangat, ketika siswa mampu memunculkan semangat dari dalam diri mereka sendiri, maka para siswa akan menjadi individu baru yang lebih bermakna.

Apel pagi ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial belaka, namun mampu memberikan semangat baru untuk para siswa.

This will close in 0 seconds