Tak Ada Keberhasilan Tanpa Rasa Lelah

Karanganyar (11/1). SMP Muhammadiyah Darul Arqom mengadakan apel pagi di pekan kedua bulan Januari.

Di bawah langit yang sedikit mendung siswa bergegas berbaris rapi begitu tanda bel masuk berbunyi. Tepat di jam 6.50 pagi semua siswa dan bapak ibu guru sudah menempati barisan masing-masing. Pemimpin upacara yang kali ini diemban oleh Abu Rizal Fahrizi siswa kelas VIII A masuk ke tempat upacara dan menyiapkan barisan.
Di apel kali ini Bapak Nur Wijayanto, M.Pd bertugas sebagai pembina apel. Beliau menyampaikan amanat apel yang dikutip dari pepatah berbahasa arab yang mengandung arti Tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan yang sungguh-sungguh. Guru Bahasa Indonesia yang akrab dipanggil Pak Nur ini mengingatkan kepada siswa bahwa belajar adalah proses menuju sebuah kemuliaan. Sebuah kemuliaan tidak mungkin hadir tanpa perjuangan yang keras. Sekarang ini para siswa mungkin merasakan perjuangan berar yang luar biasa selama belajar. Namun momen itu harus dilalui agar belajar memberikan hasil yang luar biasa.
Beliau melanjutkan bahwa belajar layaknya sebuah pohon buah di mana akarnya yaitu berupa proses belajar terasa pahit namun buahnya terasa manis. Beliau juga menukil nasihat dari Imam Syafi’i yang mengatakan bahwa barang siapa tidak mau merasakan pahitnya belajar maka dia akan merasakan pahitnya kebodohan.
Semua siswa dan bapak ibu guru tampak khidmat mengikuti rangkaian apel kali ini. Kegiatan apel kali ini menjadi pembuka pekan kedua di bulan Januari.

This will close in 0 seconds