Lima Kunci Jadi Pahlawan di Era Kini

Karanganyar (10/11) SMP Muhammadiyah Darul Arqom menghayati nilai-nilai dalam Hari Pahlawan melalui pelaksanaan apel pagi pada senin ini. Anak-anak tampak rapi berbaris ketika bel tanda masuk berbunyi dan tepat pada jam 6.50 pagi semua peserta apel sudah siap dan aba-aba dari pemimpin apel menandakan apel dimulai. Semua peserta mengikuti apel dengan khidmat dan tertib.

Momen apel yang bertepatan dengan hari pahlawan ini menjadi momentum penting bagi seluruh sivitas akademika SMP Muhammadiyah Darul Arqom meneladani nilai-nilai para pahlawan perjuangan kemerdekaan. Di kesempatan ini Ibu Suyatmi, S.Pd. bertindak sebagai pembina apel. Di awal apel beliau mengingatkan bahwa Hari Pahlawan muncul karena peringatan pertempuran luar biasa pada 10 November 1945 di Surabaya.

Berikutnya beliau menyampaikan bahwa menjadi pahlawan di era sekarang tentu berbeda cara. Jika di era dulu bisa diwujudkan dengan cara berperang namun era sekarang tidak dengan cara tersebut. Bu Suyatmi menambahkan bahwa ada lima cara yang bisa dilakukan para pelajar agar bisa menjadi pahlawan minimal untuk diri sendiri.
Pertama, Berbuat baik di lingkungan sekitar. Seorang pahlawan harus mengisi hari-harinya dengan perbuatan baik. Tak pernah memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk berbuat jahat mencelakai orang lain atau bahkan mencelakai nilai luhur bangsa dan negara.

Kedua, menciptakan kreasi dan inovasi. Perbuatan baik yang terus menerus bisa mendorong seorang siswa untuk berkreasi dan berinovasi. Di era serba digital seperti sekarang ini inovasi dalam bidang apapun bisa dilakukan oleh seapapun termasuk para pelajar.

Ketiga, Berani menghadapi perubahan. Zaman terus berubah sebagai seorang pelajar harus pintar menyesuaikan diri. Pilihannya sangat jelas berubah atau tertinggal. Perubahan terkadang membawa rasa tidak nyaman namun harus dilawan agar menjadi individu yang lebih baik.

Keempat, meningkatkan wawasan dan prestasi. Pelajar adalah manusia yang terus belajar. Maka sudah sepantasnya mereka terus menambah ilmu pengetahuan melalui cara apapun. Ilmu pengetahuan yang dimiliki akan mengantarkan para pelajar memperoleh prestasi yang mereka inginkan.

Kelima, menjaga kesatuan bangsa, budaya, dan negeri. Di era digital ini bangsa Indonesia rawan terpecah belah melalui berbagai ajakan yang mengarah ke SARA. Sebagai pelajar harus menjadi pelopor persatuan. Jangan mudah terpengaruh ajakan yang mengarah pada pemecah belah bangsa, tindakan anarkis, maupun ajakan buruk lainnya.

Di akhir amanat beliau menyampaikan bahwa pelajar adalah penentu masa depan Indonesia. Maka seperti apa bangsa dan negara ini beberapa puluh tahun ke depan akan sangat ditentukan seperti apa kualitas pelajar sekarang ini.

This will close in 0 seconds