Syair di Apel Pagi

Karanganyar (31/8) – Amanat pada kegiatan apel pagi kali ini sedikit berbeda. Kegiatan rutin yang dilaksanakan SMP Muhammadiyah Darul Arqom ini berjalan tertib seperti biasa, namun ada sedikit perbedaan. Jika amanat apel biasanya diawali dengan petikan ayat Al-Qur’an atau nasihat tokoh terkenal, apel pagi ini diawali dengan bait-bait syair. Bapak Riky Indra Rukmana C., S.Pd. yang bertugas menjadi pembina apel mengawali amanat apel dengan bait-bait syair. Setelah membuka dan mengucapkan syukur, guru IPS ini membacakan beberapa bait syair.

“Aku diam aku melihatmu, aku bergerak aku melihatmu. Kau diam aku melihatmu, kau bergerak aku melihatmu. Kau tumbuh, aku bersamamu. Aku ada, dari saat kau lahir hingga ajalmu. Akulah waktu, yang tidak pernah kau rasa, yang tidak pernah ada kesempatan selanjutnya.”

Di awal-awal baris banyak siswa mengira syair ini tentang Allah Ta’ala, namun di akhir baris disampaikan bahwa syair ini justru tentang waktu. Bapak Riky berkata dan mengingatkan agar kita semua tak boleh menyia-nyiakan waktu. Waktu yang sudah berlalu tak mungkin bisa terulang kembali.

“Sering Bapak jumpai banyak siswa memanfaatkan waktu untuk hal-hal tidak berguna. Bersenda gurau terlalu berlebihan, tidak mengerjakan tugas yang diberikan, dan tidak mengikuti pembelajaran dengan baik adalah contoh tindakan menyia-nyiakan waktu,” ucap beliau.

Siswa harus ingat, salah satu perkataan yang dibenci dalam agama Islam adalah mengandai-andai.

“Jangan sampai ketika waktu sudah berlalu kalian justru berucap, ‘Wah, seandainya waktu itu…’, ‘Kalau saja kemarin aku…’, dan berbagai perkataan pengandaian lain,” lanjut Pak Riky.

Maka, sebagai siswa sudah sepatutnya memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Belajar dengan serius, mengerjakan setiap tahapan pembelajaran dengan baik, dan menggunakan waktu luang untuk hal positif adalah contoh memanfaatkan waktu dengan baik. Lebih jauh lagi, salah satu tanda orang sukses adalah ketika dia bisa memanfaatkan waktu untuk berbagai hal yang berguna untuk dirinya dan orang lain.

Di akhir apel, sekolah memberikan penghargaan kepada para siswa yang berhasil memenangkan lomba. Di kesempatan kali ini, tiga orang siswa perempuan berhasil menjadi yang terbaik di lomba poster digital. Lomba ini diadakan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar.

This will close in 0 seconds